Pernah saya baca status temen di facebook yg bertuliskan "Ceritakan Sedih Mu nanti setelah Sukses". Sukses? Kapan? Bagaimana dan Apa itu Sukses?. ………… Apa menurut Anda?? .......................................................................................... Sementara yang saya tahu,, kesusksesan seseorang itu hanya diukur dari apa yg menurut orang itu sendiri , titik mana yg di inginkan, tolak ukur sukses ada pada pribadi masing-masing...............………………………………… Yg sekolah sukses karena sudah lulus ujian, Yang ikut ospek "sukses" karena sudah bisa masuk fakultas, Yg Jomblo sukses karena sudah punya pacar, yg punya punya pacar sukses karena sudah bisa melamar, yang melamar sukses karena bentar lagi nikah, dan begitu seterusnya dan seterusnya, tanpa da hentinya berkata "Aku Sukses" di titik INI tinggal di titik yang BERIKUTNya... dan titik berikutnya hingga ajal menjemput.. jadi pada intinya, "KESUKSESAN HANYA SEBUAH AHKIR DARI SATU BABAK dan merupakan SUATU AWAL MENUJU BABAK BARU, YANG ITU ENTAH LEBIH MUDAH ATAU MUNGKIN LEBIH RUMIT DARI BABAK ATAU EPISODE HIDUP SEBELUMNYA.
Minggu, 28 Mei 2017
Rabu, 24 Mei 2017
wisuda
Senin, 11 Januari 2016
Seperangkat Alat Memancing
Pancingan Reel satu set tinggal pake sudah ada koq , ya cukup murah lah harganya terjangkau hanya Rp.70.000 dan itu pun masih bisa nego. Untuk pemula sih menurut saya pribadi sudah OK..
Nah yg satu ini namanya KORANG (Tempat Ikan Hasil Tangkapan)
Biasa dipakai oleh mereka yg sering Memancing (nguseup), Menjaring (ngajala/ngalintar) dan Kokodok (menangkap ikan dengan tangan kosong sambil menyelam)
Korang juga bermacam-macam bentuk dan ukuranya. Biasanya sih tergantung kebutuhan si Pencari Ikan itu sendiri, Kebetulan yg saya temukan baru 2 model ini saja yg ada di Rumah, ini pun bikinan orang Tua saya yg suka mencari ikan di malam hari dengan menggunakan lampu penerang jenis Petromak
Nah sudah siap deh tinggal Berangkat.... hehehehe
Ohhhh iya jangan lupa nih mata pancing dan pelampung nya bawa persediaan takutnya pancingan putus oleh ikan yg besar ye... hehehehehe
Kilas Balik 2014 dan 2015
Kisah kelam di Tahun 2014 ,di mana hujan begitu deras mengguyur kota Padi Karawang saat itu, hingga mengakibatkan banjir disekitar dareah kecamatan Pangkalan. Beberapa lahan pesawahan yg siap panen dan siap tanam terendam air luapan air sungai Cigeuntis dan sungai Cibeet. Beberapa akses jalan pun terputus oleh banjir tsb..
Selain itu , ada juga yg merugi karena padi yg siap panen tak bisa dipanen karena diterjang arus banjir, Semua padi rata dengan tanah, menjadi kotor dan busuk. Ada pula seorang petani menuturkan bahwa padi sudah Ia panen namun belum sempat dibawa pulang, akhirnya raib dibawa air dan hilang entah kemana.
Semua petani saat itu banyak sekali yg menderita kerugian. Namun tekad petani tak pernah surut untuk terus berusaha, tak ada kata jera dan kapok ujarnya seperti itu. Berusaha adalah No 1 , untuk hasilnya kita pasrahkan saja pada Tuhan sang penguasa dan pencipta Alam dan isinya... Bersabar dan bersukur atas nikmat yg ada, dan musibah ini mungkin bisa diambil hikmahnya, entah ini teguran, atau cobaan, agar kita lebih sadar akan hidup ini.
Dan ternyata, cobaan tak cukup sampai di situ, Di tahun 2015 kembali Petani didera oleh permasalahan yg lagi-lagi berhubungan dengar Air yg nota bene sangat diperlukan oleh Para Petani untuk mengairi lahan sawah dan pertanian meraka.
Sungai Cigeuntis yg awalnya airnya berlimpah, Malah di Taahun 2014 mah "TEU KAWADAHAN" begitu ujar Org Karawang Mah untuk menggambarkan banjir pada waktu itu. Kini sungai tsb kering tak berair. Untuk mendapatkan air untuk mandi dan mencuci pun Masyarakat sekitar harus menggali sungai Cigeuntis agar air yg tersimpan di dalam sedimen sungai itu bisa diambil dan digunakan.
Krisis air pun terjadi , Petani kembali termasuk pihak yg paling dirugikan karena sawah dan lahan pertanian nya tidak membuahkan hasil.
Semua yg berlebihan memang tidaklah bagus.
kekurangan Air karena musim kemarau panjang itu sangat tidak baik karena menyulitkan kita untuk beraktifitas yg berhubungan air ,seperti Mandi, Mencuci, Minum, Mengairi sawah ,ladang dan sebagainya.
Kelebihan Air pun apalagi, Banjir namanya dan sudah pasti termasuk ,musibah , semua ruksak dan terhambat.
Maka dari itu cobalah Hidup kita untuk tidak berlebihan seperti yg telah dicontohkan oleh Alam kepada kita.
Banyak petani yg merugi akibat bibit padi yg siap ditanam terbawa arus sungai , begitu lahan pesawahan yg siap ditanaminya pun rusak parah , tak ada tanah gembur yg ada lumpur bekas banjir. Mau gak mau , Para Petani harus me Mulai dari awal lagi akhirnya menggarap sawah serta membeli bibit padi.. yg tentunya harus mengeluarkan modal 2kali lipat, Sementara keuntungan belum lah terbayang, yg rugi itu sudah pasti.
Semua petani saat itu banyak sekali yg menderita kerugian. Namun tekad petani tak pernah surut untuk terus berusaha, tak ada kata jera dan kapok ujarnya seperti itu. Berusaha adalah No 1 , untuk hasilnya kita pasrahkan saja pada Tuhan sang penguasa dan pencipta Alam dan isinya... Bersabar dan bersukur atas nikmat yg ada, dan musibah ini mungkin bisa diambil hikmahnya, entah ini teguran, atau cobaan, agar kita lebih sadar akan hidup ini.
Dan ternyata, cobaan tak cukup sampai di situ, Di tahun 2015 kembali Petani didera oleh permasalahan yg lagi-lagi berhubungan dengar Air yg nota bene sangat diperlukan oleh Para Petani untuk mengairi lahan sawah dan pertanian meraka.
Sungai Cigeuntis yg awalnya airnya berlimpah, Malah di Taahun 2014 mah "TEU KAWADAHAN" begitu ujar Org Karawang Mah untuk menggambarkan banjir pada waktu itu. Kini sungai tsb kering tak berair. Untuk mendapatkan air untuk mandi dan mencuci pun Masyarakat sekitar harus menggali sungai Cigeuntis agar air yg tersimpan di dalam sedimen sungai itu bisa diambil dan digunakan.
Krisis air pun terjadi , Petani kembali termasuk pihak yg paling dirugikan karena sawah dan lahan pertanian nya tidak membuahkan hasil.
Kemarau panjang yg hampir mencapai 10 bulan ini berakibat patal bagi Warga sekitar yg notabene berfropesi sebagai petani ini.
Pil pahit harus kembali ditelan, Semetara manisnya tak kunjung datang.
Semua yg berlebihan memang tidaklah bagus.
kekurangan Air karena musim kemarau panjang itu sangat tidak baik karena menyulitkan kita untuk beraktifitas yg berhubungan air ,seperti Mandi, Mencuci, Minum, Mengairi sawah ,ladang dan sebagainya.
Kelebihan Air pun apalagi, Banjir namanya dan sudah pasti termasuk ,musibah , semua ruksak dan terhambat.
Maka dari itu cobalah Hidup kita untuk tidak berlebihan seperti yg telah dicontohkan oleh Alam kepada kita.
PESAN DARI BUMI (ALAM SEKITAR KITA) ;
"Seuatu yg berlebihan itu tidak baik"
Label:
Bakan Cigeuntis,
Banjir,
Bolang,
Gagal Panen,
Jawa Barat,
Kampung Jawa,
Karawang,
Kekeringan,
Kemarau Panjang,
Merugi,
Mulangsari,
Pangkalan,
Petani,
Sungai Cibeet,
Sungai Cigeuntis,
Warga
Kamis, 31 Desember 2015
Akhir merupakan sebuah Awal
Hidup tiada akhir itulah mungkin yg bisa diungkapkan saat ini untuk semua keadaan yang terjadi di kehidupan semua orang. Kenapa tidak, semua berakhir dengan awal. Awal babak baru dari setiap keadaan. setiap kita merasa bahagia maka akan berakhir dengan kesedihan, dan kesedihan itu bukanlah akhir tetapi sebuah awal dimana kita merasakan rasa sedih setelah bahagia, begitu pula sebaliknya. Seperti Anak TK saat masuk SD ;
Lulus TK - Merupakan akhir
Masuk SD - Merupakan awal
Masuk SLTA - Merupakan awal
Masuk SLTA juga merupakan awal dan seterusnya, Hingga meninggal pun adalah awal di mana seseorang itu memulai / mengawali matinya dari keadaan hidupnya. So... Tak ada yg berakhir, semua hanya merupakan suatu awal dari babak baru. Begitu pula dengan pergantian Tahun, AKHIR DARI TAHUN 2015 merupakan AWAL DARI TAHUN 2016.
Nah Moment seperti inilah yg biasa jarang sekali dilewatkan oleh semua orang. Moment pergantian Tahun ini sering sekali dimanfaatkan untuk berlibur , bersantai,bertemu sapa demi menyongsong hari esok yg lebih baik tentunya. Dengan REVOLUSI POSITIF tentunya. Dengan penyegaran terlebih dahulu merefresh semua keadaan yg mungkin kaku selama masa yg dilalui. Tidak hanya otot-otot yg kaku tapi hubungan antar Bawahan dan Atasan mungkin bisa kaku. Oleh karena itu moment pergantian Tahun ini dimanfaatkan sedemikian rupa agar semuanya bisa melunak, mencair, terasa akrab dan mungkin bisa lebih harmonis untuk menyongsong Target Produksi di Tahun depan yg lebih Optimal lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)















































